Abdi Pagar Negara di Papua Menjadi Korban Komunis KKB

47
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) berbicang dengan keluarga korban saat serah terima jenazah korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di hanggar Avco Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat (7/12/2018). Sebanyak sembilan jenazah korban penembakan KKB di Nduga diserahterimakan ke pihak keluarga. - ANTARA/Jeremias Rahadat

JAKARTA – Personel TNI Sertu La Ongge, anggota Koramil Jila, Papua, Senin (9/3/2020), meninggal dunia sesaat setelah dievakuasi ke Timika, akibat luka tembak yang dideritanya, diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
“Memang benar anggota Koramil Jila yang tertembak saat KKB meninggal, dan jenazahnya masih berada di RSUD Timika,” kata Kapendam XVII Cenderawasih Kol Cpl Eko Daryanto, Senin.
Kol Cpl Eko menyatakan, dari laporan yang diterima korban sempat dievakuasi dengan menggunakan helikopter milik TNI-AD. Korban Sertu La Ongge mengalami luka di bagian telinganya.

Saat ini personel TNI masih melakukan pengejaran terhadap KKB yang menyerang Koramil Jila sekitar pukul 05.00 WIT, kata Kol Cpl Eko.Koramil Jila masuk dalam wilayah Kodim Mimika.
Sebelumnya diberitakan penembakan tersbeut terjadi sekitar pukul 05.00 WIT dan mengakibatkan satu anggota Koramil Jila, Sertu La Ongge, itu mengalami luka tembak di telinganya.
Ulah KKB ini semakin memperkeruh suasana, karena sebelumnya sebanyak 917 warga Tembagapura juga harus mengungsi akibat aksi mereka. Kecamatan Tembagapura berbatasan dengan kecamatan Jali.

Gelombang evakuasi warga Banti dan sekitarnya ke Timika terjadi sejak Jumat (6/3) petang, kemudian berlanjut pada Sabtu (7/3) dini hari, dan terakhir pada Minggu (8/3) malam sebanyak 614 warga kembali dievakuasi ke Timika.
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, di Timika, mengatakan berdasarkan laporan dari pihak TNI dan Polri, hingga kini masih terdengar sesekali bunyi letusan senjata api di sekitar Banti Tembagapura.
“Bunyi tembakan itu terdengar sesekali saja, tidak seperti beberapa hari lalu saat mobil patroli Polsek Tembagapura diserang oleh KKB. Meskipun bunyi letusan senjata api hanya sesekali terdengar, tapi ini tentu membuat masyarakat ketakutan. Mereka tidak ingin kejadian seperti pada Oktober 2017 sampai April 2018 itu terulang kembali,” kata Johannes, Senin (9/3/2020).
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyebut tindakan KKB telah membuat takut masyarakat setempat, sehingga harus ditindak tegas.

Sumber :kabar24.bisnis.com
Editor    :Red_LPKN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here